Kopi Specialty dan Keripik Kentang RI Jadi Primadona Pembeli Korea Selatan
JACKTV. NEWS - Seoul, 15/7/2026
Partisipasi Indonesia pada ajang Korea Import Expo (KIE) 2026 di Coex Exhibition Hall, Seoul, 23–25 Juni 2026 membuahkan hasil manis.
Produk pangan olahan dan komoditas pertanian nasional berhasil menarik minat pembeli potensial dengan potensi transaksi ekspor mencapai USD 1,92 juta atau sekitar Rp34,58 miliar.
Keberhasilan ini diraih berkat sinergi Kedutaan Besar RI Seoul dan Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Seoul.
Wakil Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ali Andika Wardhana, menyebut keikutsertaan Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat promosi produk bernilai tambah.
“Melalui partisipasi ini, Indonesia tidak hanya mempromosikan produk unggulan nasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama dagang yang lebih luas dengan para importir Korea Selatan,” ujar Ali.
Atdag RI Seoul, Roesfitawati, menambahkan bahwa KIE 2026 membuktikan Korea Selatan sebagai salah satu pasar paling potensial bagi produk pangan olahan Indonesia.
Sepanjang kegiatan, pihaknya memfasilitasi 35 sesi business matching untuk 15 UMKM unggulan binaan Kemendag RI.
Dari 35 sesi tersebut, kopi specialty, kakao, dan keripik kentang olahan menjadi 3 komoditas yang paling banyak diminati pembeli Korea Selatan.
“ Hasil business matching menunjukkan tingginya minat pembeli setempat terhadap produk-produk Indonesia yang berkualitas, bernilai tambah, dan mampu memenuhi standar pasar internasional,” kata Roesfitawati.
Salah satu pelaku usaha, General Manager PT Pareto Estu Guna, Mochamad Pujiono, mengaku optimis.
Perusahaan keripik kentangnya mengikuti 7 sesi penjajakan bisnis dengan potensi transaksi USD 260 ribu.
“Produk kami mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung pameran. Kami berharap pendampingan Atdag RI di Seoul dapat terus berlanjut hingga terealisasinya ekspor,” ujar Pujiono.
Antusiasme juga datang dari calon pembeli. Direktur Utama YUJIN FNB Co., Ltd., Seo Byeong Oh, menilai KIE 2026 efektif untuk mempercepat kerja sama.
Menurutnya, Indonesia sudah menjadi mitra pemasok penting bagi perusahaannya sejak 2012.
Selain pameran, KIE 2026 juga diramaikan seminar dan uji cita rasa kopi atas permintaan Coffee Critics Association untuk memperkenalkan keragaman cita rasa kopi specialty Indonesia.
Di momentum yang sama, Indonesia mengumumkan rencana strategis mendirikan Indonesia House of Beans (IHoB), pertama di Seoul. Pusat promosi kopi specialty Indonesia ini ditargetkan beroperasi akhir 2026.
“Melalui inisiatif ini, kami ingin meningkatkan nilai tambah dan memperkuat posisi kopi Indonesia di Asia,” pungkas Roesfitawati.
Data Pendukung
Januari–Mei 2026, total perdagangan Indonesia–Korea Selatan mencapai USD 7,61 miliar.
Nilai ekspor Indonesia ke Korsel USD 4,05 miliar. Sepanjang 2025, total perdagangan mencapai USD 18,04 miliar.
Adolf Manumpak
JACKTV. NEWS

Posting Komentar