INNOPROM 2026: Indonesia Perkuat Kemitraan Industri dengan Eurasia Lewat 50 Co-Exhibitor
JACKTV.NEWS -
EKATERINBURG (13/7/2026)
Indonesia perkuat posisi industri nasional di kancah global melalui keikutsertaannya sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, 6–9 Juli 2026.
Ini menjadikan Indonesia negara pertama dari Asia Tenggara yang mendapat kepercayaan tersebut.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Kartasasmita menyatakan, momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperluas kerja sama industri dengan Rusia dan negara-negara Eurasia.
"Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan industri nasional dengan negara Eurasia.
Kami membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia," ujarnya, Minggu (12/7).
Sebagai wujud komitmen itu, Indonesia menghadirkan Indonesia Pavilion seluas lebih dari 1.500 meter persegi. Pavilion ini diisi 50 co-exhibitor dari sektor-sektor strategis manufaktur nasional.
Fokus utama yang diusung Kemenperin adalah peningkatan kualitas SDM industri dan akselerasi transformasi digital.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), tampil bersama Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STMI Jakarta, untuk memperkenalkan ekosistem vokasi industri Indonesia.
"Kemenperin mendukung pertumbuhan industri nasional melalui pengembangan SDM yang menghasilkan tenaga kerja siap kerja dengan daya saing global.
Kehadiran BPSDMI di INNOPROM 2026 dapat mempromosikan kualitas SDM industri Indonesia serta membuka peluang kerja sama," kata Kepala BPSDMI Doddy Rahadi.
Politeknik APP Jakarta membawa kompetensi di bidang logistik, perdagangan internasional, dan pemasaran.
Sementara Politeknik STMI Jakarta menonjolkan program studi terkait industri otomotif.
Keduanya membuka peluang kolaborasi internasional berupa kelas internasional, pertukaran pelajar, dan riset bersama.
Kemenperin juga telah memiliki rekam jejak kerja sama SDM global, seperti Kelas Kerja Sama Politeknik ATI Makassar dengan Morimitsu Industry Jepang, dan Program Luban-Mozi College Politeknik ATK Yogyakarta bersama Sailun Group dan Qingdao Technical College Tiongkok.
Untuk mendorong Industri 4.0, Kemenperin memperkenalkan Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0).
PIDI 4.0, menyediakan layanan satu pintu untuk ekosistem industri 4.0, pengembangan SDM 4.0, fasilitasi, serta AI dan Engineering Center.
Saat ini PIDI 4.0 telah bermitra dengan puluhan stakeholder nasional dan internasional.
"Kami berharap kehadiran BPSDMI di INNOPROM 2026, memberikan dampak signifikan bagi perkembangan SDM industri, salah satunya citra positif program vokasi industri di mata dunia," tutup Doddy.
Adolf Manumpak
JACKTV. NEWS

Posting Komentar