Satpol PP Tertibkan Puluhan Pengemis di Pusat Kota Pemalang
PEMALANG | JACKTVNEWS co.id Puluhan pengemis yang beraktivitas di sekitar kawasan Masjid Agung dan Alun-Alun Pemalang ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang. Penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus kenyamanan masyarakat di kawasan pusat kota.
Aktivitas meminta-minta di kawasan tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah pengemis kerap terlihat di sekitar akses Masjid Agung dan Alun-Alun, terutama saat aktivitas warga meningkat, termasuk pada hari Jumat dan ketika berlangsung kegiatan keagamaan.
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pemalang kemudian melakukan patroli dengan menyasar pengemis, gelandangan, serta orang terlantar. Petugas memberikan imbauan, melakukan pendataan, dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut.
Kabid Trantibumlinmas Satpol PP Pemalang, Agus Sarwono, mengatakan penanganan dilakukan secara humanis dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku.
"Kami tidak ingin keberadaan pengemis di kawasan Masjid Agung dan Alun-Alun mengganggu kenyamanan masyarakat. Satpol PP akan meningkatkan patroli, melakukan pendataan dan mengambil langkah sesuai aturan. Namun penanganannya tetap kami kedepankan secara humanis dan akan dikoordinasikan dengan dinas terkait," ujar Agus, Jumat (25/9/2026).
Menurut Agus, penanganan tidak cukup hanya dengan memindahkan pengemis dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Diperlukan koordinasi lintas instansi agar persoalan sosial yang melatarbelakangi aktivitas tersebut juga dapat ditangani.
"Jangan sampai hari ini ditertibkan, besok muncul lagi di lokasi berbeda. Karena itu diperlukan penanganan bersama, termasuk aspek sosialnya," katanya.
Kawasan Masjid Agung dan Alun-Alun merupakan ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat. Karena itu, keberadaan aktivitas meminta-minta yang berlangsung terus-menerus dinilai perlu ditangani agar fungsi kawasan tetap nyaman bagi warga dan jamaah.
Salah seorang warga Pemalang, Dedi, berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban sesaat, tetapi juga membangun pola pengawasan secara berkelanjutan.
"Kami memahami mereka mencari penghasilan, tetapi kalau sampai mendatangi jamaah secara terus-menerus tentu membuat sebagian pengunjung kurang nyaman. Harapannya ada solusi yang manusiawi sekaligus membuat kawasan Masjid Agung dan Alun-Alun tetap tertib," ujar Dedi.
Dengan patroli dan koordinasi lintas instansi, penanganan diharapkan tidak hanya berorientasi pada ketertiban umum, tetapi juga memberikan solusi sosial bagi warga yang membutuhkan bantuan.
Masjid Agung dan Alun-Alun Pemalang merupakan salah satu wajah ruang publik Kota Pemalang yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beribadah, beraktivitas, dan berkumpul
Reporter : Nelson
Posting Komentar