Terus Perkuat Penetran Pasar Ekspor, Kemendag Gencarkan Promosi Dagang di Arab Saudi
JACKTV. NEWS - RIYADH (7/8/2026)
Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI Riyadh, menggenjot perluasan pasar ekspor produk Indonesia di Arab Saudi.
Sepanjang 1–19 Juli 2026, Atase Perdagangan memfasilitasi berbagai kegiatan promosi dagang berupa business matching pitchin bisnis, misi pembelian buying mission, hingga sejumlah pertemuan bisnis.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan Arab Saudi, salah satu pasar prioritas bagi produk nonmigas Indonesia di kawasan Timur Tengah.
“Upaya peningkatan ekspor tidak cukup hanya mengandalkan promosi produk, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan buyer yang tepat, memahami kebutuhan pasar, serta mengawal proses bisnis hingga tercipta kerja sama yang berkelanjutan.
Kemendag, mengintensifkan business matching, pitching, buying mission, dan berbagai kegiatan promosi sebagai upaya memperluas akses pasar produk Indonesia di Arab Saudi,” ujar Fajarini.
Senada dengan itu, Atase Perdagangan RI Riyadh, Zulvri Yenni, menyampaikan kegiatan promosi Juli 2026 adalah bagian dari strategi Kemendag memperluas jangkauan ekspor Indonesia di Timur Tengah.
“Kami terus menghubungkan eksportir Indonesia dengan calon buyer di Arab Saudi melalui business matching, pitching, buying mission maupun kegiatan lainnya.
Penetrasi pasar dilakukan melalui pendekatan terarah dan berbasis kebutuhan pasar, serta terus dikawal hingga menghasilkan transaksi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha nasional,” ujar Zulvri.
Perusahaan RI Jajaki Pasar Arab Saudi
Dalam kegiatan pitching, Atase Perdagangan Riyadh memperkenalkan 3 perusahaan Indonesia, yaitu PT Fin Komodo Technologi produsen UTV, PT Trisula Textile Industry dengan produk garmen, dan PT Chitos dengan produk furnitur. Ketiganya tengah mencari peluang dan pembeli potensial di Arab Saudi.
Sementara pada fasilitasi business matching Kemendag mempertemukan PT Aroma Kopikrim Indonesia (ARKOF), dengan Atayib Alghectan Factory for Packing Arab Saudi dengan potensi transaksi kopi senilai USD 67.791.
Selain itu, PT Wahana Prima Sejati bertemu Mahawar Allmad Alhidhai untuk produk minyak nabati, dan PT Anugrah Laut Indonesia bertemu Youssif Abu Dawood for Fish Trading untuk produk makanan laut.
Atase Perdagangan Riyadh juga memfasilitasi misi pembelian oleh PT Anugrah Laut Indonesia dengan mitra Alakhtabut Abir Almuhiat untuk produk ikan raja king fish senilai USD 9.400.
Selain itu, Atase Perdagangan Riyadh, menggelar pertemuan penjajakan kerja sama dengan pelaku usaha lokal Arab Saudi.
Di antaranya pertemuan dengan KM International untuk penjualan teh Indonesia, dan pertemuan dengan Lulu Hypermart untuk promosi produk Indonesia di gerai Lulu Hypermart.
Apresiasi dari Pelaku Usaha Arab Saudi
Fahad Alrumayan, pemilik Mahawar Allmad Alhidhai sekaligus _buyer_ Arab Saudi, mengapresiasi dukungan Atase Perdagangan RI Riyadh. Menurutnya, Atase Dagang aktif membantu importir Arab Saudi menemukan eksportir Indonesia yang memiliki rekam jejak baik dan kredibel.
“Kami juga memperoleh informasi mengenai perkembangan produk Indonesia yang sesuai dengan preferensi pasar Arab Saudi serta dukungan penerjemah bahasa Arab apabila diperlukan dalam pertemuan business matching.
Kami juga rutin memantau publikasi Atase Dagang RI di Riyadh melalui media sosial untuk mengetahui potensi produk-produk baru dari Indonesia,” ujar Fahad.
Nilai Perdagangan Indonesia – Arab Saudi
Berdasarkan data, pada periode Januari–Mei 2026 total perdagangan Indonesia dan Arab Saudi tercatat USD 2,20 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD 843 juta, sedangkan impor tercatat USD 1,35 miliar.
Sebagai pembanding, sepanjang tahun 2025 total perdagangan kedua negara mencapai USD 6,53 miliar dengan rincian ekspor Indonesia USD 2,88 miliar dan impor USD 3,65 miliar.
Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi antara lain kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, makanan olahan, serta barang dari kayu. Sementara produk impor utama dari Arab Saudi yaitu garam, belerang, kapur, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, serta buah-buahan.
Adolf Hutabarat
JACKTV. NEWS

Posting Komentar