Ketua OJK: Jaga Kepercayaan Negara, Sektor Jasa Keuangan Jadi Motor Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur



JACKTV, NEWS- JAKARTA (18/8/2026) - 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menegaskan, sektor jasa keuangan harus menjadi pilar utama untuk mewujudkan visi Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. 

Hal itu disampaikannya saat memberi amanat pada Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-81 RI di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin.

"Untuk memperkuat Indonesia yang berdaulat, kita harus memastikan sektor jasa keuangan tetap kuat, stabil, berintegritas, dan mampu mendukung program pembangunan nasional. 

Pengawasan kita harus tangguh menghadapi gejolak, adaptif terhadap perkembangan teknologi, tegas dalam menegakkan ketertiban, dan selalu berorientasi pada kepentingan bangsa," kata Friderica.

Dorong Indonesia yang Adil

Untuk mewujudkan Indonesia yang adil, Friderica menekankan OJK harus terus memperluas akses terhadap layanan keuangan yang merata, terjangkau, dan bertanggung jawab.

"Inklusi harus berjalan bersama literasi. Inovasi harus berjalan bersama perlindungan konsumen. Keragaan digital harus membuka pintu kesempatan, bukan menciptakan ruang baru bagi penipuan, penyalahgunaan data, atau praktik yang merugikan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memastikan pelaku UMKM, perempuan, generasi muda, serta masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang.

Penggerak Indonesia Makmur

Sementara untuk mendorong Indonesia yang makmur, Friderica menyebut sektor jasa keuangan harus menjadi penggerak kegiatan produktif. 

Mulai dari menyalurkan pembiayaan kepada usaha yang menciptakan lapangan kerja, memperkuat hilirisasi dan industri nasional, mendukung inovasi, hingga membiayai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

3 Arah Strategis dari Presiden

Di hadapan ribuan pegawai OJK, Friderica juga mengingatkan besarnya tugas dan kepercayaan negara kepada OJK.

Kepercayaan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus lalu.

"Bagi kita, ini bukan sekadar bertambahnya tugas dan kewenangan. Ini adalah kepercayaan negara kepada OJK yang harus kita jaga," kata Friderica.

Sebagaimana disampaikan Presiden, ada tiga arah strategis kepada OJK:

Membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS)

OJK memiliki tanggung jawab membangun pasar yang kredibel, transparan, berintegritas, serta mendukung terbentuknya Indonesia Reference Price

Reformasi Pasar Modal
Kebijakan ini telah dijalankan OJK sejak awal tahun sebagai salah satu fondasi pembiayaan pembangunan nasional. 

Reformasi mencakup penguatan kelembagaan dan demutualisasi Bursa Efek agar pasar modal Indonesia semakin dalam, likuid, transparan, dan kompetitif.

Memperkuat Ekosistem Pasar Karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRLK), SRLK merupakan kesempatan bagi Indonesia membangun ekosistem pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, dan terhubung dengan pasar global.

Friderica menegaskan sektor jasa keuangan harus menjadi _enabler_ yang mempercepat pembiayaan hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Upacara peringatan Kemerdekaan ke-81 RI diikuti seluruh pegawai OJK di Jakarta dan juga digelar serentak di 39 Kantor OJK di seluruh Indonesia. 

Adolf Hutabarat
JACKTV. NEWS
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ketua OJK: Jaga Kepercayaan Negara, Sektor Jasa Keuangan Jadi Motor Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
  • Ketua OJK: Jaga Kepercayaan Negara, Sektor Jasa Keuangan Jadi Motor Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
  • Ketua OJK: Jaga Kepercayaan Negara, Sektor Jasa Keuangan Jadi Motor Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
  • Ketua OJK: Jaga Kepercayaan Negara, Sektor Jasa Keuangan Jadi Motor Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
  • Ketua OJK: Jaga Kepercayaan Negara, Sektor Jasa Keuangan Jadi Motor Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
  • Ketua OJK: Jaga Kepercayaan Negara, Sektor Jasa Keuangan Jadi Motor Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Posting Komentar