Silaturahmi Lintas Lembaga, BWA Dorong Generasi Qur’ani hingga Pembinaan Napi melalui MTQ

JAKARTA — JACKTVNews  || Upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an terus didorong melalui kolaborasi antara lembaga sosial dan pemerintah. 20/8/2026

Salah satunya dilakukan melalui rangkaian silaturahmi perwakilan BWA dengan sejumlah pejabat pemerintah untuk memperkuat program pembelajaran Al-Qur’an yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia).
Dalam silaturahmi dengan Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, dibahas penguatan program pengentasan buta aksara Al-Qur’an yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat.
Program tersebut diarahkan agar pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya menyasar anak-anak dan generasi muda, tetapi juga masyarakat dewasa hingga lansia yang masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak adalah penyediaan Al-Qur’an berukuran A4 yang lebih mudah dibaca oleh lansia. Ukuran huruf dan tampilan yang lebih besar diharapkan dapat membantu para lanjut usia mengikuti proses pembelajaran dan membaca Al-Qur’an dengan lebih nyaman.

Kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan program literasi Al-Qur’an yang inklusif. Dengan dukungan sarana bacaan yang sesuai kebutuhan, masyarakat dari berbagai kelompok usia diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk belajar membaca Al-Qur’an.

Kolaborasi BWA dan Kementerian Agama diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memperluas gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an secara berkelanjutan.

 Program dapat dikembangkan mulai dari pendidikan Al-Qur’an bagi anak usia dini, pembinaan bagi masyarakat dewasa, hingga pendampingan khusus bagi lansia.
Mengaji Sejak Dini, Membangun Generasi Qur’ani

Selain program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, perwakilan BWA juga melakukan silaturahmi ke Sekretariat Jenderal DPD RI dan diterima Empi Muslion, AP, S.Sos., MT., MSc., Kepala Biro Sekretariat Pimpinan Setjen DPD RI.

Pertemuan tersebut membahas program mengaji sejak usia dini sebagai bagian dari upaya membangun generasi Qur’ani. Pendidikan Al-Qur’an sejak anak-anak dinilai penting untuk menanamkan nilai keagamaan, akhlak, dan karakter positif sejak awal.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan literasi Al-Qur’an.

Pembinaan Keagamaan bagi Warga Binaan
Silaturahmi juga dilakukan dengan Lilik Sujandi, BC.IP., S.I.P., M.Si., Direktur Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dalam pertemuan tersebut dibahas program pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan, khususnya di wilayah Jabodetabek. Pembinaan berbasis keagamaan diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter serta membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.

Salah satu gagasan yang dibahas adalah pelaksanaan MTQ bagi warga binaan yang direncanakan pada 2027, bertepatan dengan momentum Milad Jakarta 5 Abad.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental, spiritual, dan karakter bagi warga binaan.

Dari Anak hingga Lansia
Rangkaian silaturahmi tersebut memperlihatkan adanya kebutuhan untuk membangun gerakan literasi Al-Qur’an yang menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia, tetapi menjangkau anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia.

Penyediaan Al-Qur’an dengan format yang sesuai kebutuhan, termasuk ukuran A4 untuk lansia, menjadi salah satu bagian yang perlu segera didorong agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan mudah diakses.

Dengan sinergi BWA dan Kementerian Agama, gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an diharapkan dapat diperluas melalui program yang terstruktur, melibatkan masyarakat secara aktif, serta menjangkau kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.

Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan masyarakat yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, sekaligus mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Silaturahmi Lintas Lembaga, BWA Dorong Generasi Qur’ani hingga Pembinaan Napi melalui MTQ
  • Silaturahmi Lintas Lembaga, BWA Dorong Generasi Qur’ani hingga Pembinaan Napi melalui MTQ
  • Silaturahmi Lintas Lembaga, BWA Dorong Generasi Qur’ani hingga Pembinaan Napi melalui MTQ
  • Silaturahmi Lintas Lembaga, BWA Dorong Generasi Qur’ani hingga Pembinaan Napi melalui MTQ
  • Silaturahmi Lintas Lembaga, BWA Dorong Generasi Qur’ani hingga Pembinaan Napi melalui MTQ
  • Silaturahmi Lintas Lembaga, BWA Dorong Generasi Qur’ani hingga Pembinaan Napi melalui MTQ

Posting Komentar