Rektor UKI Prof. Dr. Angel Damayanti : Milenial Butuh Berpikir Kritis dan Dasar Hidup Kuat di Era Teknologi AI
JACKTV. NEWS - JAKARTA (22/8/2026)
Kompetensi milenial di tengah derasnya arus teknologi dan informasi menjadi sorotan dalam sebuah diskusi yang dimoderatori David Manalu, pada Acara Dialog Kebangsaan " Keluarga Kuat, Bangsa Kuat - terus melayani dan berdampak di Gereja HKBP Menteng, Jakarta (22/8/2026).
Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Angel Damayanti, Rektor UKI dan Pdt Prof. Binsar Pakpahan, Ketua STFT Jakarta, Pdt Sahat Manullang, - Pendeta Resort HKBP Menteng, Gubernur DKI Jakarta, Letjen Richard Tampubolon, Kasum TNI, Martin Hutabarat, Jemaat HKBP Menteng.
Dalam sesi Diskusi ke - 2, dihadiri sebagian besar Jemaat HKBP Menteng, dan Gereja lainnya, moderator David, menyoroti pentingnya menyiapkan generasi muda untuk mengambil keputusan ke depan, terutama di kawasan Asia Tenggara.
Kompetensi Dasar Tak Boleh Ditinggal
Prof. Angel Damayanti, menegaskan, fondasi utama yang tetap dibutuhkan pada keluarga adalah kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
Namun yang paling krusial di era sekarang adalah kemampuan berpikir kritis.
"Menurut Prof Angel, kita ada di masa, di mana kita sendiri yang memilih apa yang benar.
Ditambah dengan teknologi komunikasi, anak-anak muda harus punya filter," ujar Angel.
Ia juga, menyoroti peran perempuan dan ibu dalam pendidikan. "Ibu harus cerdas karena anak selalu bertanya kepada mamanya.
Yang menentukan, keberhasilan seorang anak bukan hanya laki-laki. Di kelas saya, saya bukan cuma mengajar, tapi juga bertanya 'punya mami?'" katanya.
Pernyataan ini sempat memicu diskusi gencar dan serius, karena dianggap kontroversial.
Jangan Jadi Hamba Uang,
Menjawab pertanyaan peserta, Prof. Angel berpesan, agar generasi muda tidak menjadikan uang sebagai tujuan utama.
"Apapun pekerjaan kita, lakukan agar menjadi berkah bagi orang lain. Karena Tuhan itu satu," tegasnya.
Pentingnya Dasar dan Kemerdekaan Anak Muda
Prof. Binsar Pakpahan menambahkan, anak muda perlu memiliki dasar hidup yang kuat.
"Dasar itu bisa macam-macam. Kita siapa? Saya orang Batak. Itu identitas," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak terlalu melindungi anak. "Dulu kita main bola, berantem, nyanyi paduan suara, main di lumpur.
Dari situ kita belajar. Anak muda sekarang butuh kemerdekaan untuk berkumpul dengan orang-orang satu frekuensi," kata Binsar.
Ia juga menyinggung tipe orang yang ingin memegang kendali penuh dan punya kepastian setiap saat.
"Ada orang yang jam 5 pagi buat rencana harus ke mana, jam 7 harus ke mana. Tapi hidup tidak selalu bisa seperti itu," lanjutnya.
Moderator David Manalu, menegaskan, pentingnya ketegasan dan "high education bebas" agar anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga punya karakter.
Acara ditutup dengan pernyataan, bahwa di tengah stres dan tekanan zaman sekarang, milenial perlu dibekali literasi dasar, berpikir kritis, karakter kuat, dan keberanian untuk bersosialisasi agar mampu menjawab tantangan masa depan.
Adolf Hutabarat
JACKTV. NEWS

Posting Komentar