Business Matching Kemendag Fasilitasi 1.021 UMKM, Cetak Potensi Ekspor Rp5,95 Triliun



JACKTV. NEWS - JAKARTA (19/8/2026)

Kementerian Perdagangan, terus mendorong perluasan akses pasar internasional bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program business matching dengan buyer mancanegara.

Selama periode Januari–Juli 2026, program ini berhasil memfasilitasi 1.021 UMKM  dan mencatatkan nilai transaksi sebesar USD 333,68 juta atau setara Rp5,95 triliun.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag, Fajarini Puntodewi, menjelaskan nilai tersebut terdiri dari pesanan pembelian (purchase order /PO) sebesar  USD 58,06 juta dan potensi transaksi sebesar USD 275,61 juta.

Business matching menjadi salah satu upaya Kemendag untuk memperluas akses pasar ekspor bagi UMKM.

Sepanjang Januari–Juli 2026, Kemendag telah mempertemukan lebih dari seribu UMKM dengan buyer  dari berbagai negara. 

Nilai PO dan potensi transaksi tercatat mencapai USD 333,68 juta dan sebagian UMKM tersebut belum pernah mengekspor,” ujar Fajarini di Jakarta, Selasa (19/8).

Dari total 546 kegiatan business mmatching yang difasilitasi, sebanyak 281 kegiatan, berupa presentasi bisnis (pitching) bersama perwakilan perdagangan RI di 33 negara tujuan ekspor. Sementara 265 kegiatan lainnya, berupa pertemuan langsung antara pelaku usaha dengan calon buyer.

Hasil Khusus Juli 2026

Khusus bulan Juli 2026, Kemendag melaksanakan 122 business matching yang melibatkan  396 UMKM. 

Kegiatan ini terdiri dari 44 agenda _pitching_ dan 78 sesi pertemuan dengan  buyer Tercatat  79 buyer dari 15 negara  turut berpartisipasi.
Dari kegiatan Juli, tercatat nilai  USD 82,33 juta, dengan rincian PO sebesar USD 21,34 juta dan potensi transaksi USD 60,99 juta.

Beberapa negara tujuan utama pada Juli 2026 antara lain Malaysia, Inggris, Arab Saudi, India, Amerika Serikat, Nigeria, Meksiko, Tiongkok, dan Australia. 

Adapun produk yang paling diminati buyer meliputi produk susu, pakan ternak, sarang burung walet, obat-obatan, fesyen, kerajinan, dekorasi rumah, makanan dan minuman olahan, serta kelapa, batu damar, minyak atsiri, kopi, furnitur, herbal, arang kelapa, dan briket.

“Keberagaman negara tujuan dan produk yang diminati menunjukkan luasnya peluang ekspor yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM.

 Oleh karena itu, kami akan terus mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan RI dalam mengidentifikasi buyer  potensial dan mempertemukannya dengan eksportir Indonesia,” kata Fajarini.

Dalam pelaksanaan program ini, Kemendag juga menggandeng berbagai instansi pembina UMKM seperti Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Sarinah, Bank Indonesia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, serta Export Center.

Fajarini menegaskan, penguatan business matching  akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan memperluas pasar ekspor produk Indonesia.


“Kemendag akan terus memperkuat pendampingan dan fasilitasi agar semakin banyak UMKM yang siap masuk pasar global. Kami harap, peluang yang diperoleh melalui business matching dapat berlanjut menjadi kerja sama dagang dan transaksi ekspor yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Informasi lebih lanjut:
N.M. Kusuma Dewi - pusathumas@kemendag.go.id  
Bayu Nugroho - ppie@kemendag.go.id

Adolf  Hutabarat
JACKTV. NEWS
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Business Matching Kemendag  Fasilitasi 1.021 UMKM, Cetak Potensi Ekspor Rp5,95 Triliun
  • Business Matching Kemendag  Fasilitasi 1.021 UMKM, Cetak Potensi Ekspor Rp5,95 Triliun
  • Business Matching Kemendag  Fasilitasi 1.021 UMKM, Cetak Potensi Ekspor Rp5,95 Triliun
  • Business Matching Kemendag  Fasilitasi 1.021 UMKM, Cetak Potensi Ekspor Rp5,95 Triliun
  • Business Matching Kemendag  Fasilitasi 1.021 UMKM, Cetak Potensi Ekspor Rp5,95 Triliun
  • Business Matching Kemendag  Fasilitasi 1.021 UMKM, Cetak Potensi Ekspor Rp5,95 Triliun

Posting Komentar