Kisah Ibu Rukmini dan Pak Haji Ruslinto: Pemulung Mandiri yang Mimpi Punya Mobil Angkut Sendiri


JACKTV. NEWS - JAKARTA (15/8/2026)

Sudah 30 tahun Ibu Rukmini dan Pak Haji Ruslinto Ruswinto bergelut dengan sampah.

Bukan karena terpaksa, tapi karena dari situlah mereka menghidupi  keluarga dan memberi manfaat ke lingkungan sekitar Jalan Bina Tirta 210, kelurahan Jati Cempaka, Bina lindung, Bekasi. 

Awalnya keduanya bekerja di TPS 3 R - Bina Lindung. Melihat banyak orang sukses dari usaha rongsok yang diberitakan di media online, mereka pun memberanikan diri keluar dan usaha mandiri. 

"Kita belajar sendiri. Mana barang yang laku, mana yang enggak. Modalnya ya hutang sana sini dulu biar bisa jalan," kenang Pak Haji Ruslinto.

Kini usaha mereka sudah berjalan meski sederhana 30 tahun.  Dengan bantuan 1 orang teman, total mereka bertiga yang bekerja. 

Setiap minggu ada 3 gerobak yang berkeliling area belakang kampus untuk mengambil sampah. Dari area Bina Lunding. Pak Sutrisno juga bantu mengangkut sekitar 10 karung seminggu sekali.

Omzet 8 Kuintal Seminggu

Dalam kondisi normal, sekali pengiriman ke pabrik bisa mencapai 7 sampai 8 kuintal. Kalau lagi ramai atau ada "bodongan", sehari bisa terkumpul 1 kuintal. 

"Kita nggak kirim tiap hari. Nunggu satu mobil penuh biar hemat ongkos," jelas Ibu Turmini.

Harga jual ke pabrik pun fluktuatif. Karton Rp 2.500/kg, besi Rp 3.500 - Rp 4.000/kg. Yang paling tinggi tembaga, bisa Rp 100.000 - Rp 120.000/kg.

Kendala Terbesar: Armada

Meski sudah puluhan tahun di bidang ini, mereka masih terkendala transportasi. 

Saat ini belum punya mobil sendiri untuk mengangkut ke pabrik. 
"Itu  PR  kita sampai sekarang. 

Masih numpang dan nunggu. Padahal kalau ada mobil sendiri pasti lebih cepat dan lebih banyak yang bisa kita ambil," kata  Pak Haji  Ruslinto. 

Jam kerja mereka juga tidak pasti. Tergantung telepon dari warga yang mau barangnya diambil. Kadang pagi, kadang sore.

Harapan Sederhana

Saat ditanya harapan ke pemerintah, Ibu Turmini hanya meminta bantuan modal. 
"Mudah-mudahan ada bantuan biar usahanya bisa nambah. Secukupnya aja Pak," ucapnya lirih.

Kisah pasangan ini jadi bukti nyata. Di tengah kota, ada "pahlawan lingkungan" yang diam-diam menjaga kebersihan, tapi masih berjuang agar usahanya bisa naik kelas.

Adolf  Hutabarat 
JACKTV. NEWS
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kisah Ibu Rukmini dan Pak Haji Ruslinto: Pemulung Mandiri yang Mimpi Punya Mobil Angkut Sendiri
  • Kisah Ibu Rukmini dan Pak Haji Ruslinto: Pemulung Mandiri yang Mimpi Punya Mobil Angkut Sendiri
  • Kisah Ibu Rukmini dan Pak Haji Ruslinto: Pemulung Mandiri yang Mimpi Punya Mobil Angkut Sendiri
  • Kisah Ibu Rukmini dan Pak Haji Ruslinto: Pemulung Mandiri yang Mimpi Punya Mobil Angkut Sendiri
  • Kisah Ibu Rukmini dan Pak Haji Ruslinto: Pemulung Mandiri yang Mimpi Punya Mobil Angkut Sendiri
  • Kisah Ibu Rukmini dan Pak Haji Ruslinto: Pemulung Mandiri yang Mimpi Punya Mobil Angkut Sendiri

Posting Komentar