Ketua MA: AI Tak Bisa Gantikan Hakim, Tak Punya Hati Nurani
Malang, JACKTVNews Jawa Timur - Ketua Mahkamah Agung (Ketua MA) Prof. Sunarto memberikan kuliah umum dalam program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Brawijaya Malang pada hari Senin (10/8/2026).
Dalam kuliah umum yang disampaikan, Prof. Sunarto menyampaikan mengenai pentingnya pemahaman UU ITE bagi generasi muda, ditengah kondisi global serta kemajuan teknologi saat ini.
Prof. Sunarto menyoroti mengenai penggunaan sosial media dalam ruang digital yang berkaitan dengan kritik, ancaman pemerasan, hingga ujaran kebencian berbasis SARA maupun hoaks.
"Kebebasan berpendapat dan kritik akademik, seyogyanya tidak keluar dari ketentuan peraturan. Seperti kritik yang terdapat dalam Pasal 27A UU ITE tidak berubah menjadi serangan terhadap kehormatan individu, ketentuan Pasal 27B yang melarang ancaman atau pemerasan hingga Pasal 28 mengenai penyebaran kebencian berbasis SARA dan Hoaks, hibgga plagiarisme ekstrem, meretas sistem nilai, hingga memanipulasi dokumen elektronik merupakan pelanggaran hukum serius yang diatur dalam Pasal 32 ayat (1) UU ITE." Tutur Prof. Sunarto.
Selain itu, Prof. Sunarto meminta mahasiswa menjauhi judi online.
Ketua MA membeberkan data PPATK yang mencatat transaksi judi online di Indonesia mencapai Rp 976,8 triliun sepanjang 2017 hingga Juni 2025.
Lebih lanjut, Ketua MA juga menyinggung mengenai profesi hukum yang sulit digantikan oleh mesin maupun algoritma.
"AI dapat membantu mengolah data, namun AI tidak memiliki hati nurani, empati. Oleh sebab itu, AI tidak dapat menggantikan hakim sebagai penegak keadilan." Pungkasnya.
Ditengah kuliah umum yang disampaikannya, Prof Sunarto juga menyampaikan mengenai capaian pembaruan peradilan berbasis teknologi di lingkungan Mahkamah Agung sepanjang tahun 2025.
"Mahkamah Agung (MA) mencatatkan capaian pembaruan peradilan berbasis teknologi sepanjang tahun 2025 sebanyak 29.379 Perkara (97%) Kasasi dan PK telah diajukan secara elektronik melalui e-Court. Hal ini dapat menghemat 57 ton kertas, yang sebanding dengan menyelamatkan 683 pohon." Ucap Prof. Sunarto
(Red)

Posting Komentar