Buyer Arab Saudi Kunjungi Pabrik Tekstil di Jakarta dan Bandung, Potensi Transaksi Tembus Rp 8,26 Miliar
JACKTV. NEWS -
JEDDAH (11/8/2026)
Salah satu perusahaan Arab Saudi, Al Nahar United Trading, lakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan tekstil di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat pada 3–6 Agustus 2026.
Kunjungan ini bertujuan meninjau fasilitas produksi dan menjajaki kerja sama lanjutan untuk pengadaan produk kain yang digunakan untuk membuat abaya, kerudung, dan nikab.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut kunjungan buyer Arab Saudi ke Indonesia sebagai sinyal positif kepercayaan pasar internasional terhadap produk-produk manufaktur lokal.
“Kunjungan calon pembeli ke lokasi produksi meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk-produk Indonesia.
Calon pembeli memahami kualitas produk ekspor ini secara langsung sehingga mempercepat realisasi transaksi dari penjajakan business-to-business", ujar Fajarini.
Kunjungan ini, tindak lanjut dari kegiatan business matching daring yang digelar Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, bersama Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah pada 13 Juli 2026.
Dari kegiatan tersebut tercatat potensi transaksi senilai USD 411,02 ribu atau sekitar Rp8,26 miliar.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, mengatakan kunjungan ini membuktikan efektivitas pendekatan business matching dari pertemuan daring hingga peninjauan langsung ke lapangan.
“Potensi transaksi pada 13 Juli 2026 lalu menunjukkan produk tekstil Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat di pasar Timur Tengah.
Kemendag akan terus memperkuat kolaborasi dengan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk membuka lebih banyak peluang ekspor melalui penjajakan bisnis yang terarah dan berbasis kebutuhan pasar,” kata Deden.
Senada, Kepala ITPC Jeddah Bagas Haryotejo, menilai kunjungan ini menjadi momentum penting.
“Calon pembeli dapat melihat langsung proses produksi, sistem pengendalian mutu, hingga kesiapan perusahaan Indonesia dalam memenuhi permintaan ekspor secara berkelanjutan.
Kami optimis kerja sama ini akan terus berkembang dan membuka peluang transaksi lainnya,” ujarnya.
Apresiasi Terhadap Kualitas TPT Indonesia
General Manager Al Nahar United Trading, Mohammed Thabit, mengapresiasi fasilitasi Kemendag dan menyampaikan kesan positif terhadap kualitas produk Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia.
“Kami terkesan dengan kualitas produk tekstil Indonesia yang sangat baik serta harganya yang kompetitif.
Kami berharap dapat terus menggunakan produk Indonesia dan membangun hubungan kerja sama jangka panjang dengan para mitra di Indonesia,” kata Mohammed.
Al Nahar United Trading sendiri merupakan perusahaan dagang dan manufaktur asal Arab Saudi yang berdiri sejak 2007.
Perusahaan ini mengoperasikan 2 pabrik di Arab Saudi, 1 pabrik di UEA, dan memiliki lebih dari 40 gerai ritel. Selama ini kebutuhan bahan bakunya dipenuhi dari impor Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Namun, dengan meningkatnya minat terhadap produk tekstil Indonesia, perusahaan mulai menjadikan Indonesia sebagai salah satu sumber pasokan baru.
Salah satu perusahaan yang dikunjungi adalah PT Inno Jaya Tekstil di Kabupaten Bandung Barat. Sales and Marketing Director PT Inno Jaya Tekstil, Shyam Krishna, menyampaikan kunjungan langsung ini memberi kesempatan untuk menunjukkan kualitas produk dan kapabilitas produksi secara menyeluruh.
“Melalui kunjungan ini, calon pembeli dapat melihat langsung proses produksi, standar kualitas, hingga kemampuan kami dalam memenuhi spesifikasi yang mereka butuhkan.
Kami berharap, kerja sama ini dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang menunjukkan bahwa produk tekstil Indonesia mampu bersaing dengan negara lain,” pungkas Shyam.
Adolf Manumpak
JACKTV. NEWS

Posting Komentar