AHY: Dari Pesantren, Rawat Persatuan dan Perkuat Karakter Bangsa di Era Digital
BANGKALAN, JACKTVNEWS.co.id — Pondok pesantren tidak hanya menjadi ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa serta menjaga semangat persatuan di tengah perubahan zaman.9/8/2026
Pesan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat memberikan Tausyiah Kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura.
Di hadapan para santri dan masyarakat, AHY mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan derasnya arus digitalisasi tidak boleh membuat bangsa Indonesia kehilangan jati diri dan fondasi kebangsaannya.
Menurutnya, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus tetap menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih kokoh.
AHY juga menekankan bahwa kecintaan kepada tanah air tidak cukup hanya diwujudkan melalui slogan. Nasionalisme harus hadir dalam bentuk tindakan nyata, termasuk melalui kerja keras, pengabdian, kepedulian sosial, serta perjuangan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
“Dari pesantren, mari terus menjaga persatuan, membangun karakter, dan menghadirkan kontribusi nyata untuk Indonesia yang semakin maju dan sejahtera,” pesan AHY.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perkembangan era digital yang menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan. Generasi muda, termasuk para santri, dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga karakter kuat, wawasan kebangsaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Pesantren dinilai memiliki posisi penting dalam proses tersebut. Selain membekali generasi muda dengan ilmu agama, pesantren juga dapat menjadi pusat pembentukan akhlak, kepemimpinan, kemandirian, dan semangat pengabdian kepada bangsa.
AHY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan persatuan sebagai kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Kemajuan Indonesia, kata dia, harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.
Dari lingkungan pesantren, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai tanah air, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia yang semakin maju, mandiri, adil, dan sejahtera.
(Red)

Posting Komentar