National DVET 2026: Kolaborasi Kemenperin Bersama Swiss dan Jerman Wujudkan SDM Industri Berstandar Global
JACKTV. NEWS - Rabu (22/7/2026)
Guna menjaga konsistensi kinerja sektor industri manufaktur, jadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, Kementerian Perindustrian fokus, meningkatkan produktivitas industri manufaktur nasional melalui program pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global.
Langkah strategis, jadi program prioritas pemerintah, wujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, tekankan saat ini diperlukan SDM industri adaptif, inovatif, serta berkarakter pembelajar.
Tegas Agus, Hal ini seiring dengan penerapan transformasi digital, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi, transisi ekonomi hijau, hingga dinamika rantai pasok global.
“Karena itu, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas nasional dan merupakan fondasi utama pembangunan SDM industri yang kompeten,” kata Menperin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (21/7).
Dalam mewujudkan komitmen tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), aktif menjalin kerja sama dengan Pemerintah Swiss, melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO) dan Swisscontact, serta Pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH.
Kolaborasi, diarahkan untuk akselerasi standar kompetensi SDM industri nasional ke tingkat global.
Sinergi di sektor pendidikan vokasi, memperkokoh rekam jejak kemitraan strategis yang telah terbangun lama.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss telah terjalin kokoh sejak 1951, sementara hubungan bilateral dengan Jerman terjalin sejak 1952.
Di sektor SDM industri, BPSDMI Kemenperin, secara konsisten menggandeng kedua negara mitra tersebut sejak tahun 2018.
Kerja sama ini diwujudkan melalui program Skills for Competitiveness (S4C) bersama SECO, serta dukungan GIZ Jerman dalam reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi (TVET System Reform) di tanah air.
Komitmen jangka panjang ini kini berlanjut melalui program S4C Fase 2 bersama Swisscontact, serta program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) pendampingan GIZ.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi, menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, kolaborasi strategis tersebut telah memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem pendidikan vokasi industri di Indonesia.
Dampak positif ini mencakup penyediaan hibah peralatan praktik modern di unit pendidikan, peningkatan kapasitas ribuan tenaga pendidik serta peserta didik, hingga penguatan kelembagaan dan perangkat yang sesuai dengan standar manufaktur terkini.
“Yang tidak kalah penting, kita berhasil membangun sebuah budaya baru, yaitu budaya kolaborasi.
Sekolah dan industri tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri; keduanya harus menjadi mitra yang setara dalam mencetak talenta masa depan,” ujar Doddy.
Ia menambahkan, BPSDMI terus memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui pemantapan sistem pendidikan ganda (dual system), pelatihan bagi instruktur tempat kerja (In-Company Trainer), penguatan Pusat Pengembangan Karir (Career Development Center), serta digitalisasi layanan vokasi.
Seluruh langkah ini difokuskan untuk menggenjot tingkat penyerapan lulusan agar langsung terserap di rantai pasok manufaktur.
Transformasi ini sejalan dengan arahan Menperin bahwa pembangunan SDM industri harus mampu menjawab kebutuhan industri masa depan, termasuk digitalisasi manufaktur, pengembangan industri berbasis teknologi tinggi, ekonomi sirkular, dan industri hijau.
National DVET
Sebagai wujud nyata dari keberlanjutan kemitraan strategis tersebut, BPSDMI bersama Pemerintah Swiss dan Jerman resmi menggelar ajang National Dual Vocational Education and Training (DVET) 2026 yang berlangsung pada Selasa–Kamis, 21–23 Juli 2026.
Forum berskala nasional ini menjadi wadah konsolidasi antar pemangku kepentingan.
Adolf Hutabarat
JACKTV. NEWS

Posting Komentar