Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko




JACKTV. NEWS - Bandung (20/7/2026)

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Kementerian Perdagangan, menegaskan komitmennya mengoptimalkan Sistem Resi Gudang (SRG), sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas nasional dan memperluas akses pasar global. 

Komitmen itu diwujudkan, melalui pelepasan ekspor komoditas kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, menuju Tiongkok dan Maroko pada Kamis (16/7).

Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, mengatakan, implementasi SRG yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha.

“Pelepasan ekspor ini membuktikan, implementasi SRG yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” tegas Tirta.

Dalam pelepasan tahap awal ini, sebanyak 2 kontainer kopi dengan total volume 38,4 ton senilai USD 227.443,2 dilepas. Rinciannya, 1 kontainer kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton senilai USD 71.040 diekspor ke Maroko, dan 1 kontainer kopi Arabica Semi-Wash sebanyak 19,2 ton senilai USD 156.403,2 diekspor ke Tiongkok.

Rencananya, dilanjutkan pengiriman 8 kontainer kopi Arabica Semi Wash, dengan total volume 153,6 ton, senilai USD 1.251.225,60, menuju Tiongkok. Seluruh komoditas kopi tersebut berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage.

Tirta menyebut, keberhasilan ini adalah hasil sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha. Pihak yang terlibat di antaranya Koperasi Gunung Luhur Berkah, PT ASLI Logistik Indonesia, PT Sucofindo, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Kliring Berjangka Indonesia.

 Dukungan juga datang dari lembaga pembiayaan seperti Bank BJB, PT ASLI Pangan Indonesia, Pemprov Jawa Barat, dan Pemkot Bandung.

Lebih lanjut, pelepasan ekspor ini memiliki makna penting karena kopi yang disimpan melalui SRG memiliki mutu terjaga dan mampu bersaing di pasar internasional.

SRG juga berfungsi menghubungkan petani dan pelaku usaha kopi Indonesia dengan pasar global.

Ekspansi pasar ke Tiongkok dan Maroko juga menjadi bukti bahwa komoditas kopi Indonesia terus mendapat kepercayaan dari mitra dagang internasional. 

Hal ini sekaligus membuka peluang diversifikasi pasar ekspor kopi yang selama ini masih terkonsentrasi di negara tertentu.

“Ke depan, Bappebti akan terus mendorong optimalisasi 

 SRG sebagai instrumen ekosistem logistik dan pembiayaan yang kuat di hulu dan hilir. Melalui SRG, petani memiliki posisi tawar lebih kuat, memperoleh akses pembiayaan mudah, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas,” ujar Tirta.

Ketua Koperasi Gunung Luhur Berkah Miftahudin Saf menambahkan, ekspor ke Tiongkok akan dilanjutkan dengan 9 kontainer berikutnya. 

Sementara ekspor ke Maroko berpotensi mencapai 8-9 kontainer setiap bulan.

“Melalui pemanfaatan SRG, petani dapat menyimpan komoditas, menjual pada saat harga terbaik, serta andil menjaga ketersediaan pasokan untuk memenuhi permintaan ekspor. 

Sejak memanfaatkan SRG pada 2020, ekspor komoditas Koperasi Gunung Luhur Berkah, terus mengalami peningkatan,” tutup Miftahudin.

Adolf Hutabarat 
JACKTV. NEWS
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko
  • Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko
  • Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko
  • Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko
  • Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko
  • Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD 227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko

Posting Komentar