Olahan Ikan Indonesia Bidik Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus USD 1 Juta
JACKTV. NEWS - Jakarta 26/6/2026
Produk olahan boga bahari Indonesia, terbuka peluangnya masuk ke pasar Arab Saudi.
Peluang muncul setelah JAPFA menggelar business matching dengan buyer asal Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading, yang difasilitasi Kementerian Perdagangan pada Kamis (25/6) di Jakarta.
Dalam pertemuan awal tersebut, Tamaiz Asia Trading, menunjukkan minat besar terhadap produk olahan perikanan Indonesia seperti bakso ikan, nugget ikan, nugget udang, dan filet ikan nila.
Produk-produk ini dijajaki untuk masuk ke jaringan ritel modern di Arab Saudi. Selain itu, produk ini juga dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan katering jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, menegaskan business matching ini sebagai langkah awal yang positif untuk meningkatkan ekspor pangan olahan Indonesia ke Timur Tengah.
“Selain menyasar konsumen lokal Arab Saudi, produk Indonesia juga berpotensi masuk ke rantai pasok konsumsi bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai negaraTotal pasarnya diperkirakan Rp50 triliun per tahun.
Untuk kerja sama JAPFA dan Tamaiz, potensi transaksinya sekitar USD 800 ribu hingga USD 1 juta,” ujar Bagas dari Jeddah.
Langkah Lanjut dan Keunggulan JAPFA
Tamaiz akan membawa sampel produk untuk uji pasar. Sementara JAPFA menyiapkan daftar harga berbagai varian sebelum masuk ke negosiasi rinci.
Pembahasan teknis dan komersial akan dilanjutkan secara daring dengan fasilitasi ITPC Jeddah.
JAPFA dinilai siap memenuhi pasar Arab Saudi dalam skala besar. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi besar, standar keamanan pangan internasional, dan sudah terdaftar sebagai eksportir di Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk produk olahan berbasis ikan.
“Kami harap kerja sama ini bisa menjadi pintu masuk bagi lebih banyak produk pangan olahan Indonesia untuk memperluas pangsa pasar di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya,” tambah Bagas.
Peluang dari Pasar Jemaah Haji
Perwakilan Tamaiz Asia Trading, Saeed Alamoudi, mengatakan Indonesia adalah salah satu negara muslim terbesar dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di Arab Saudi. Kondisi ini menjadi peluang emas bagi produk makanan halal Indonesia.
“Fakta ini merupakan peluang untuk produk-produk makanan halal Indonesia agar dapat dipasarkan secara masif di Arab Saudi. Tidak hanya untuk konsumen Indonesia, tetapi juga konsumen lokal Arab Saudi dan negara kawasan sekitar,” ungkap Alamoudi.
Tamaiz Asia Trading sendiri sudah lebih dari 15 tahun menjalin kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia dan konsisten mengimpor berbagai produk, mulai sabun hingga kopi instan.
Gambaran Perdagangan RI-Arab Saudi
Sepanjang Januari–April 2026, total perdagangan Indonesia-Arab Saudi mencapai USD 1,58 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD 675,8 juta.
Untuk sektor pangan olahan, ekspor produk makanan Indonesia ke Arab Saudi diproyeksikan tumbuh 5–7 persen, dari sekitar USD 71 juta pada 2025 menjadi sekitar USD 90 juta pada akhir 2026.
Tren konsumsi masyarakat Arab Saudi yang tinggi terhadap produk beku praktis dan bergizi menjadi pendorong utama.
Adolf Manumpak
JACKTV. NEWS

Posting Komentar