Dagang RI-Chili Tembus USD 535 Juta Pasca CEPA- Produk Hijau Jadi Kunci Ekspansi.
SANTIAGO, JACKTV NEWS –
Pemerintah Indonesia
targetkan penetrasi pasar Chili menguat lewat produk berkelanjutan. Strategi itu menguat setelah Breakfast Meeting "Encuentro con el Mundo" di Santiago, 3 Juni 2026.
Pertemuan tersebut, mempertemukan KBRI Santiago, ITPC Santiago, dan 22 pelaku usaha Chili dari sektor telekomunikasi, tambang, ritel, hingga keuangan.
CEPA Dongkrak Perdagangan 12,40% YoY
Indonesia-Chile CEPA yang berlaku 23 September 2025 langsung berdampak. Nilai perdagangan bilateral naik 12,40% YoY menjadi USD 535,51 juta di 2025. Produk RI seperti otomotif, pupuk, dan alas kaki disebut makin kompetitif di pasar Chili.
Produk Hijau Jadi Senjata Utama
Dirjen Ekspor Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan tren keberlanjutan global membuka peluang besar. Indonesia kini fokus ekspor furniture bahan alami, kopi specialty, produk kelapa, perikanan olahan, dan kemasan ramah lingkungan.
Ekspansi ke Jasa & Investasi
Selain barang, RI mendorong perluasan CEPA ke sektor jasa dan kerja sama investasi. Dubes RI untuk Chili Vedi Kurnia Buana menilai langkah ini penting untuk membangun sistem pangan yang tangguh di tengah gejolak iklim dan geopolitik.
Roadmap Promosi ke TEI 2026
Indonesia langsung intensifkan promosi. Pelaku usaha Chili diundang ke Trade Expo Indonesia 14-18 Oktober 2026, Espaco Food & Service Santiago 2026, dan INALAC 2026 pada 2 Oktober 2026.
Founder PRO-Humana Soledad Teixidó menyambut undangan TEI dan INALAC.
Soledad menegaskan, dukungannya pada bisnis berorientasi ESG sebagai arah baru kerja sama RI-Chili.
Wartawan Nasional
Adolf Manumpak
